Perdalam Kode Etik Pendidikan Profesi Konselor kunjungi Ikatan Notaris Indonesia Wilayah Semarang


Pendidikan Profesi Konselor Universitas Negeri Semarang angkatan X melaksanakan kunjungan ke Ikatan Notaris Indobesia (INI) wilayah Semarang pada hari Jumat, 26 Mei 2017. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 Notaris termasuk ketua Ikatan Notaris Indonesia wilayah Semarang bapak Muhammad Hafidh. Kegiatan ini merupakan kelanjutan kegiatan sebelumnya yaitu ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bertempat di Griya Sehat Kabupaten Kendal. Kegiatan dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI) bertempat di lantai 2, Vina House Lounge Resto Semarang. Kegiatan membahas kode etik masing-masing profesi kemudian mendiskusikan implementasi, hambatan, dan upaya mengatasinya.

Kusnarto Kurniawan, S.Pd., M.Pd., Kons. mewakili Pendidikan Profesi Konselor UNNES menyampaikan bahwa kedatangan ke Ikatan Notaris Indonesia (INI) wilayah Semarang dalam rangka memantapkan penguasaan kompetensi calon konselor terutama terkait dengan kode etik profesi dengan studi banding pelaksanaan dan permasalahan kode etik pada profesi lain. Fokusnya pada implementasai kode etik mabgi anggotanya terkait pada apa yang boleh, apa yang tidak boleh dan apa yang seharusnya dilakukan anggota profesi. Hambatan dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan. Perwakilan dari Ikatan Notaris Indonesia (INI) menyampaikan bahwa dirinya sangat berbahagia sekali dapat bertemu dengan Mahasiswa Pendidikan Profesi Konselor UNNES. Beliau menyampaikan ke depan bisa terjalin kerjasama terutama dalam penanganan terhadap korban bencana dengan melakukan kegiatan terpadu.

Pada sesi diskusi berlangsung dengan sangat hangat. Mahasiswa Profesi Konselor UNNES lebih banyak menanyakan terkait dengan sanksi bagi anggota, penghargaan/biaya notaris dari klien dan upaya –upaya pengembangan anggotanya. Dari para notaris lebih banyak menanyakan tentang mekanisme perolehan lisensi dan peningkatankualitas anggotanya. Pada akhir kegiata kedua belah pihak sepakat untuk mengikat kegiatan bersama dan kegiatan terpadu melalui penandatangan kerja sama.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *