Mahasiswa BK Universiti Sains Islam Malaysia mendalami Konseling Lintas Budaya di Jurusan BK FIP UNNES


Mewujudkan visi Universitas Negeri Semarang sebagai Universitas yang berwawasan konservasi dan bereputasi Internasional,  hari Rabu tanggal 5 April 2017 bertempat di Aula Dekanat Lantai 3 FIP UNNES telah terselenggara Seminar Antar Bangsa Isu-Isu Silang Budaya, kerjasama antara Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang dengan Sarjana Muda Kaunseling, Kepujian Fakulti Kepemimpinan dan Pengurusan, Universiti Sains Islam Malaysia.  Seminar dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Edy Purwanto, M.Si, Dalam sambutannya Pak Edy menyatakan “Pengetahuan mengenai lintas budaya sangat penting utuk meminimalisir kesalah pahaman dalam proses konseling”.

Pensarah/Dosen Program Studi Sarjana Muda Kaunseling Kepujian Fakulti Kepemimpinan dan Pengurusan Universiti Sains Islam Malaysia Dr. Amin Al Haadi bin Shafei menyatakan BK USIM harus belajar dan memperoleh guru yang mumpuni untuk memantapkan konseling lintas budaya sebagai trend di masa mendatang terutama di Malaysia yang masyarakatnya terdiri dari banyak ras seperti di Indonesia. Juruan BK FIP UNNES sebagai rujukan yang tepat dan sebagai guru yang baik dalam konseling lintas budaya.

Ketua Umum Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia dan juga Presiden Malindonei, Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd., Kons. menyatakan dalam menjalankan profesi konseling untuk masyarakat Indonesia yang beragam budaya harus berakar pada budaya bangsa Indonesia. Perspektif multikultural dalm konseling di Indonesia harus diwujudkan karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat multikultural. Konselor Indonesia perlu memiliki kepekaan budaya. Konselor Indonesia dalam dirinya tidak boleh terjadi kekagetan budaya manakala menghadapi konseli yang berbeda-beda budayanya.

Kegiatan seminar diikuti 78 mahasiswa serta 14 dosen jurusan BK FIP UNNES,  dan 22 mahasiswa serta 1 pensarah/dosen dari Universiti Sains Islam Malaysia. Mahasiswa Jurusan BK FIP UNNES mernyajikan budaya: Batak, Jawa, Sunda, Bali dan Papua. Sedangkan mahasiswa  Program Studi Sarjana Muda Kaunseling Kepujian Fakulti Kepemimpinan dan Pengurusan Universiti Sains Islam Malaysia menyajikan materi mengenai budaya: India Chetti, Mahmeri, dan Portugis

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *